Desain Grafis bisa juga disebut sebagai sebuah seni berkomunikasi menggunakan sebuah gambar dan sebagainya. Seorang desainer grafis memnggunakan berbagai macam cara dan metode-medote unik untuk mengkombinasikan antara kata-kata, simbol dan gambar untuk menciptakan sebuah penggambaran secara visual.
Biasanya desain grafis digunakan untuk melakukan proses branding (logo dan trade mark), dalam publikasi (seperti majalah, booklet, buku, komik, bahkan koran), pada periklanan, bisa juga untuk website, dan kemasan produk.
Sebuah kemasan kue bisa berisi sebuah logo pembuat kue tersebut, jargon perusahaan, komposisi, maskot, dan macam-macam hal yang membuat kemasan tersebut menarik dan pembeli akan tertarik untuk membeli produk tersebut.
Akhir-akhir ini banyak perusahaan-perusahaan yang mulai peduli dengan bentuk dari kemasan produk mereka, banyak yang sudah memulai untuk menggunakan desain-desain modern untuk kemasan produk mereka.
Seorang desainer grafis sangat dituntut untuk mengeluarkan ide-ide dan konsep kreatif mereka, untuk menciptakan sebuah desain yang menarik untuk semua kalangan.
Tantangannya adalah sulitnya untuk memenuhi antara kebutuhan konsumen dan perusahaan.
Disinilah dibutuhkan sebuah keterampilan komunikasi untuk seorang desainer, agar semua pihak merasa puas akan kinerja desainer yang bersangkutan. Seorang desainer harus mampu untuk bersosialisasi dan berkomunikasi secara intim dengan klien maupun pelanggan.
Banyak desainer yang kurang mampu untuk bersosialisasi dengan lingkungan mereka, dan mengabaikan kemampuan komunikasi mereka. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya terjadi miss komunikasi antara klien dan desainer.
Dizaman sekarang, seorang desainer haruslah mempunyai soft skill yang memadai untuk menunjang karier-nya dalam bidang desain grafis. Jangan menganggap bahwa hubungan sosial dan hubungan komunikasi antar kedua belah pihak tidak penting. Karena seorang desainer dengan sebuah soft skill akan lebih berharga di bandingkan seorang desainer yang mempunyai banyak hard skill namun tidak menguasai sebuah soft skill apapun.
Biasanya desain grafis digunakan untuk melakukan proses branding (logo dan trade mark), dalam publikasi (seperti majalah, booklet, buku, komik, bahkan koran), pada periklanan, bisa juga untuk website, dan kemasan produk.
Sebuah kemasan kue bisa berisi sebuah logo pembuat kue tersebut, jargon perusahaan, komposisi, maskot, dan macam-macam hal yang membuat kemasan tersebut menarik dan pembeli akan tertarik untuk membeli produk tersebut.
Akhir-akhir ini banyak perusahaan-perusahaan yang mulai peduli dengan bentuk dari kemasan produk mereka, banyak yang sudah memulai untuk menggunakan desain-desain modern untuk kemasan produk mereka.
Seorang desainer grafis sangat dituntut untuk mengeluarkan ide-ide dan konsep kreatif mereka, untuk menciptakan sebuah desain yang menarik untuk semua kalangan.
Tantangannya adalah sulitnya untuk memenuhi antara kebutuhan konsumen dan perusahaan.
Disinilah dibutuhkan sebuah keterampilan komunikasi untuk seorang desainer, agar semua pihak merasa puas akan kinerja desainer yang bersangkutan. Seorang desainer harus mampu untuk bersosialisasi dan berkomunikasi secara intim dengan klien maupun pelanggan.
Banyak desainer yang kurang mampu untuk bersosialisasi dengan lingkungan mereka, dan mengabaikan kemampuan komunikasi mereka. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya terjadi miss komunikasi antara klien dan desainer.
Dizaman sekarang, seorang desainer haruslah mempunyai soft skill yang memadai untuk menunjang karier-nya dalam bidang desain grafis. Jangan menganggap bahwa hubungan sosial dan hubungan komunikasi antar kedua belah pihak tidak penting. Karena seorang desainer dengan sebuah soft skill akan lebih berharga di bandingkan seorang desainer yang mempunyai banyak hard skill namun tidak menguasai sebuah soft skill apapun.
Kesadaran Emosional
ini meliputi sebuah sikap kedewasaan dan kebijaksanaan emosi seorang desainer untuk mengambil sebuah keputusan akan karya yang akan dibuatnya.
Pengelolaan Emosional
seorang desainer yang mampu untuk sabar, peka, tabah, dan selalu siap untuk dikritik.
Motiovasi Diri
ini meliputi sebuah kemampuan untuk menepis seluruh pemikiran negatif, pemikiran akan kegagalan, seorang desainer harus mampu berpikir positif dan pantang menyerah akan masalah yang sedang dan akan dihadapi.
Empati pada Sesama
seorang desainer harus mampu untuk merasakan dan memahasi kemauan klien, seorang desainer harus bisa menghangatkan situasi antara kedua belah pihak dan memunculkan semangat kekeluargaan.
Ketrampilan Sosial
ini yang sangat penting karena, seorang desainer akan sulit juka hanya bekerja tanpa bantuan orang lain, desainer harus mampu untuk bekerja sama, bermusyawarah dan mementingkan kepentingan bersama.
itulah contohh dari soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja, semoga ada manfaatnya.
Maju terus desainer Indonesia.










